rangkasbitung
Kesepian dan Sendirian
Kamu masih merasa kesepian dan sendirian? Senyum dapat menghiburmu saat kamu merasa kesepian. Dan mulailah mencintai orang di hatimu, dan kamu tidak akan pernah sendirian.
Membangunkan yang lama tertidur
Jika akhir pekan tiba si hijau stabilo diajak muter-muter Situ Sawangan. Masih belum enak benar sih.
Sasapedahan ka Baduy
Ieu catatan waktu sasapedahan ka Kanekes. Sasapedahan awal pisan. Indit ti Museum Multatuli pergi pulang ka Museum Multatuli deui di Rangkasbitung.
Ikan Bakar Pasar Buah Mandala
Tempatnya begitu sederhana. Tidak ada papan nama yang biasanya menunjukan tempat makan. Orang mengenalnya dengan sebutan Kuliner Ikan Bakar Pasar Buah Mandala. Ya, tempat makan yang sederhana ini selalu ramai dikunjungi.
Rumah Si Burung Kenari
Tulisan ini menjelaskan bahwa rumah yang pernah ditinggali oleh Multatuli secara bentuk, ukuran, dan jumlah kamarnya cocok dengan bangunan yang kini jadi gedung negara di kompleks Pemda Lebak yang terletak di belakang pendopo Lebak.
Warung Nasi Kak Oyo
Warung nasi Kak Oyo menyediakan banyak pilihan masakan. Ada gepuk atau empal daging kerbau, daging panggang, sate bandeng, pepes tahu, pepes peda, tempe goreng, bihun goreng, goreng ayam, opor ayam, soto babat, soto daging, pesmol ikan, goreng ikan mas, ikan asin, dan babat.
Museum di Rangkasbitung
Ini kisahmu mengisi dan memulai sebuah museum baru di kota Rangkasbitung, di Lebak, Banten. Kamu mendapatkan sebuah telefon di sebuah senja yang memintamu untuk pindah.
Mara(n)dahana: Drama Tari Cerita Saidjah Adinda
Mara(n)dahana sebuah Sendra Tari dengan bahan baku kisah Saijah dan Adinda yang ditulis Multatuli dalam Max Havelaar.
Saijah
Peristiwa hidup dan kisah cinta romantis yang tragis itu disampaikan Multatuli dengan gaya tutur yang bersahaja dan dengan gerak irama yang sayu. Di beberapa bagian dipergunakan bentuk nyanyian untuk menyatakan perasaan Saijah sewaktu mengenang dan mengharapkan Adinda.









